3.2.09,5:35
Sebaris Tato di Punggung Seorang Lelaki Bisu
Dia, seorang laki-laki bisu, tahu semenjak mula jari-jari
perempuan buta tukang pijat itu pandai menanam pohon
maka dia menyediakan lapang tubuhnya sebagai ladang.

“Taburlah, tebarlah, bebiji pohonmu, perempuan buta!
Musim hujan kelak datang mengantarkan musim semi,
waktunya aku semai semua bunga dan buah-buahan.”

Tetapi hari-hari yang memanjang selalu saja kosong
serupa merah lidahnya yang tak mengenal huruf-huruf
tak tahu bagaimana caranya memanggil musim hujan.


Dia juga tahu semenjak mula jari-jari perempuan buta
tukang pijat itu pandai membaca, maka dia putuskan
menanam kerikil kecil di ladang punggungnya sendiri.

Suatu hari, sebuah kalimat singkat, sebuah tato
berhuruf braille, pelan-pelan terdengar dari jari-jari
perempuan buta itu: alangkah aku mencintaimu!

Sebaris tato braille itu pemanggil hujan paling mantra
seketika air berjatuhan dari mata perempuan buta itu
isyarat akan datangnya musim panen yang dinantikan.
 
posted by m aan mansyur
Permalink ¤