/1/
Suatu hari, di bawah langit bermata teduh,
di wajah sungai yang keruh
seorang anak sejenak berkaca
hendak mencuci wajahnya
yang belepotan airmata
Sungai menangis tersedu
diseduh wajah sedih anak itu.
Sungai itu menangis semakin deras,
lewat sepasang mata anak itu,
sungai menyaksikan wajahnya yang keruh.
Dan sungai itu pelan-pelan jernih,
dijernihkan airmatanya sendiri.
Anak itu semakin deras juga menangis
sedihnya tidak mau sudah
melihat sungai ikut menangis tersedu
Dan wajah anak itu pelan-pelan bersih,
dibersihkan airmatanya sendiri.
Langit bermata teduh
goyah hampir jatuh
menyaksikan peristiwa itu.
/2/
Bertahun-tahun kemudian,
anak itu sudah gadis
dan sungai itu sudah panjang,
keduanya sungguh-sungguh bening,
bertemu kembali
Mereka bermandian,
gadis mandi di mata sungai,
sungai mandi di mata gadis,
sampai tubuh mereka tembus pandang
sampai tubuh mereka menghilang
Langit bermata teduh
yang sejak lama hampir jatuh
menyerah menyerap tubuh
mereka yang menguap itu